Tuesday, October 28, 2008

Grafiti untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Grafiti atau aksi corat-coret dinding tak selalu berarti sebagai tindakan jelek. Aksi corat-coret ini malah bisa dimanfaatkan sebagai media untuk sosialisasi kampanye tentang cara waspada terhadap kejahatan transnasional di Indonesia. 
Dan inilah yang dilakukan Tim Koordinasi Interpol Indonesia dalam kampanye memerangi kejahatan transnasional. Kampanye ini dilakukan di tiga kota, yakni Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung secara serempak pada Jumat (29/8). Di Yogya, aksi mengambil tempat di lima titik Jl Kleringan, Jl Sultan Agung, Jl AM Sangaji, tembok Stadion Kridosono dan tembok SD Bumijo. Yang dilibatkan dalam grafiti ini adalah komunitas Yorc Grafiti.
“Kalau kami pilih Grafiti untuk menyampaikan pesan waspada kejahatan transnasional di Indonesia, karena pesan yang dituangkan dalam seni gambar akan lebih mudah dimengerti dan diterima oleh masyarakat kita,” kata Renville Rizanul, Business Director Brains&Co, Communication Agency dari Tim Koordinasi Interpol Indonesia. 
Hal ini dibenarkan Ipras dari Yorc Grafiti. Maka, ia bersama kelompoknya merasa bangga dilibatkan dalam memerangi kejahatan transnasional lewat seni. “Seni grafiti yang sedang kita garap ini bukan sembarangan karena untuk kampanye kejahatan transnasional di Indonesia,” kata mahasiswa jurusan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini. 
Untuk itulah Ipras bersama sembilan temannya memilih lokasi yang strategis untuk menorehkan cat yang penuh pesan tersebut.
Menurut Renville, kejahatan Transnasional seperti terorisme, narkoba, dan korupsi yang ada di Indonesia, merupakan kejahatan yang menonjol dan menimbulkan korban jiwa serta kerugian harta benda yang sangat besar. Sebagai contoh, aksi terorisme yang merupakan kejahatan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, menghancurkan perekonomian, serta mengakibatkan pengangguran. 
Selain itu, lanjut Renville, ada juga ancaman kejahatan narkoba terhadap generasi muda yang sangat serius, karena menyangkut masa depan bangsa. Seperti disaksikan di media massa, berbagai
pengungkapan jaringan peredaran narkoba dan produksi narkoba dalam jumlah besar membuktikan bahwa ancaman itu ada di sekitar kita. “Kita harus menyelamatkan generasi muda kita dari pengaruh narkoba,” tambahnya.
Wakil Sekretaris Interpol Indonesia Kombes Pol Dr Benny J Mamoto, SH Msi, mengatakan keamanan dan ketertiban masyarakat adalah tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. Tanpa bantuan dan dukungan masyarakat, polisi tidak bisa banyak berbuat karena dihadapkan pada berbagai kendala. Untuk itulah pihaknya mengajak masyarakat untuk mau peduli pada lingkungan, berhati-hati dan waspada terhadap segala hal yang mencurigakan yang potensial menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. 
Oleh karenanya, Tim Koordinasi Interpol Indonesia mengimbau masyarakat segera melaporkan segala kejadian yang mencurigakan di lingkungan sekitarnya dan melaporkan segala bentuk kejahatan tersebut kepada aparat terdekat. “Atau tidak ragu-ragu melapor ke nomor hotline Lapor Dong 08121247247,” tegasnya. 
Untuk setiap laporan yang terbukti kebenarannya dan mempunyai nilai pengungkapan yang tinggi, Tim Koordinasi Interpol Indonesia akan memberikan imbalan hadiah kepada masyarakat dan laporan tersebut akan langsung direspons dan ditindaklanjuti. 
(yuyuk sugarman)

Thursday, October 09, 2008













SKYK Day 01

























Thursday, October 02, 2008

We Want Only Fun