Monday, May 26, 2008
Friday, May 23, 2008
PEJUANG JALANAN
( Semut Merah)
Bangun Saudaraku,Fajar Merah Pagi Telah Tiba
Bersihkan Tubuh dan Isi Perut Kosongmu
Pasang Senjata Dan Isi Peluru
Rakyat Kecil Membutuhkanmu Hari Ini
Bendera Merah Lusuh Ini Siap ku Kibaskan
Walau Sudah Bolong Koyak Dimakan Waktu
Siapkan Juga Moncong Mulut dan kata katamu
Karena Itu Senjatamu
Rapatkan Barisan Juangmu, Kita Turun Ke Jalan
Teriak Yang Lantang dan Keras
Biar Penguasa Tau Kita Tidak Mudah di Bungkam
Rapatkan Kembali Barisan Saudaraku
Kibarkan Terus Bendera Merah
Karena Merah Itu Darah Kaum Tertindas
Kita di Jalan Bukan Untuk Pesta Pora
Kita Sejalan Untuk Petani, Buruh dan Kaum Tertindas Lainnya
Kita di Jalan Bukan Untuk Acara Dangdutan
Kita Sejalan Untuk Sopir Angkot,Pengamen dan Pedagang Kecil
Kita di Jalan Untuk Satu Kata Saudaraku : LAWAN!!
AKU VERSUS TEMBOK
( Semut Merah )
Pagi Jam 01.30
Udara Pagi Dingin Menusuk Dada
Kususuri Jalanan Tak Bertuan
Sampai Ada Kapitalis Menghiasi Tembok
Lihat Dinding Sombong Berdiri Tegak Angkuh
Hanya Poster Kapitalis Yang Mewarnainya
Sampai Lumut tak Punya Ruang Mati dibunuh
Ayo Siapkan Amunisimu
Hajar Tembok Angkuh itu
Tumbangkan Kapitalis Tembok Itu
Aduk Catmu dan Atur Volume Warna Bentukmu
Bersama Kita Telanjangi keAngkuhannya
Besok Pagi Kita Lihat
Apa Tembok Itu Masih Angkuh Berdiri
Tidak Teman Tembok Itu Tumbang
Kita Menang Semalam
LAGAKNYA SIH
( Semut Merah )
Lagaknya . . . . . Sih Demonstan
Ngomong Ngerocos Kayak Provokator
Kerjaannya sih Kayak Aktivis
Ngomongin Perlawanan Padahal Stupid!
Lagaknya . . . . . . sih Rock n Roll
Maenin Gitar Kayak Pengamen Banci
Kerjaanya Sih Kayak Musisi
Ngomongin Seni Padahal bodoh!
Lagaknya . . . . . . sih Muslim
Sholat lima waktu Biar di Bilang Kayak Kyai
Kerjaannya sih Kayak Ulama
Ngomongin Agama Padahal Sesat!
Lagaknya . . . . . . Sih Parlente
Penampilan dan Prilakunya Kayak Pemimpin
Kerjaanya Sih Kayak Pejabat
Ngomongin perubahan Padahal Bullshit!
Hidup dalam Tempurung Itu Yang Mereka Bisa
Anjing!! Aku bukan Mereka
JALAN TERUS
( Semut Merah )
Oooo Tatu, Boli Mahaik Politik
Ihe’Na Berpolitik dia Komunis
Ihe’Na Komunis dia Pengacau
Bandit,Perampok,Bajingan Tengik
Oooo Tatu, Boli Minsop Partai
Mari Kitorang Jilat Jilat itu Pejabat
Senyum Senyum Damai
Demo Itu Jahat
Siapa Ba’Demo Dia Komunis
Gua Nggak Ngerti Demo Demoan
Gua Nggak Demen Turun Ke Jalan
Gua Ini Korban Sinetron di TV
Imperialis Jahat Habis Perkara
Konyo Sabo, Orang Gila diKintom :
Sekarang Indonesia Merdeka,Kata Bung Karno
Aku Minta Merdeka dari Penjajahan
Sepiring Nasi dan Sebatang Rokok
( Semut Merah)
Bangun Saudaraku,Fajar Merah Pagi Telah Tiba
Bersihkan Tubuh dan Isi Perut Kosongmu
Pasang Senjata Dan Isi Peluru
Rakyat Kecil Membutuhkanmu Hari Ini
Bendera Merah Lusuh Ini Siap ku Kibaskan
Walau Sudah Bolong Koyak Dimakan Waktu
Siapkan Juga Moncong Mulut dan kata katamu
Karena Itu Senjatamu
Rapatkan Barisan Juangmu, Kita Turun Ke Jalan
Teriak Yang Lantang dan Keras
Biar Penguasa Tau Kita Tidak Mudah di Bungkam
Rapatkan Kembali Barisan Saudaraku
Kibarkan Terus Bendera Merah
Karena Merah Itu Darah Kaum Tertindas
Kita di Jalan Bukan Untuk Pesta Pora
Kita Sejalan Untuk Petani, Buruh dan Kaum Tertindas Lainnya
Kita di Jalan Bukan Untuk Acara Dangdutan
Kita Sejalan Untuk Sopir Angkot,Pengamen dan Pedagang Kecil
Kita di Jalan Untuk Satu Kata Saudaraku : LAWAN!!
AKU VERSUS TEMBOK
( Semut Merah )
Pagi Jam 01.30
Udara Pagi Dingin Menusuk Dada
Kususuri Jalanan Tak Bertuan
Sampai Ada Kapitalis Menghiasi Tembok
Lihat Dinding Sombong Berdiri Tegak Angkuh
Hanya Poster Kapitalis Yang Mewarnainya
Sampai Lumut tak Punya Ruang Mati dibunuh
Ayo Siapkan Amunisimu
Hajar Tembok Angkuh itu
Tumbangkan Kapitalis Tembok Itu
Aduk Catmu dan Atur Volume Warna Bentukmu
Bersama Kita Telanjangi keAngkuhannya
Besok Pagi Kita Lihat
Apa Tembok Itu Masih Angkuh Berdiri
Tidak Teman Tembok Itu Tumbang
Kita Menang Semalam
LAGAKNYA SIH
( Semut Merah )
Lagaknya . . . . . Sih Demonstan
Ngomong Ngerocos Kayak Provokator
Kerjaannya sih Kayak Aktivis
Ngomongin Perlawanan Padahal Stupid!
Lagaknya . . . . . . sih Rock n Roll
Maenin Gitar Kayak Pengamen Banci
Kerjaanya Sih Kayak Musisi
Ngomongin Seni Padahal bodoh!
Lagaknya . . . . . . sih Muslim
Sholat lima waktu Biar di Bilang Kayak Kyai
Kerjaannya sih Kayak Ulama
Ngomongin Agama Padahal Sesat!
Lagaknya . . . . . . Sih Parlente
Penampilan dan Prilakunya Kayak Pemimpin
Kerjaanya Sih Kayak Pejabat
Ngomongin perubahan Padahal Bullshit!
Hidup dalam Tempurung Itu Yang Mereka Bisa
Anjing!! Aku bukan Mereka
JALAN TERUS
( Semut Merah )
Oooo Tatu, Boli Mahaik Politik
Ihe’Na Berpolitik dia Komunis
Ihe’Na Komunis dia Pengacau
Bandit,Perampok,Bajingan Tengik
Oooo Tatu, Boli Minsop Partai
Mari Kitorang Jilat Jilat itu Pejabat
Senyum Senyum Damai
Demo Itu Jahat
Siapa Ba’Demo Dia Komunis
Gua Nggak Ngerti Demo Demoan
Gua Nggak Demen Turun Ke Jalan
Gua Ini Korban Sinetron di TV
Imperialis Jahat Habis Perkara
Konyo Sabo, Orang Gila diKintom :
Sekarang Indonesia Merdeka,Kata Bung Karno
Aku Minta Merdeka dari Penjajahan
Sepiring Nasi dan Sebatang Rokok
Thursday, May 22, 2008
LOVEHATELOVE



Orang Pasti Akan mencoba melirik ke arah tembok, dimana tembok itu sudah dihiasi dgn gambar artis street art jogja satu ini,Karakter orang dgn gaya rambut lebat tak tertata,rawut muka malu dan sedikit pendiam ditambah sebuah logo Love ditengahnya,ya dialah LOVEHATELOVE Aka Rot Aka Darotah,saya termasuk Fans Berat Karya2nya,Sering Duet Jalanan bersama Plus(+),Menghiasi kota jogja dengan cat dan spray paintnya dia beraksi dikala masyarakat jogja lagi di buai mimpi indahnya,Seakan-akan dia memaksa Lumut-lumut Hijau di tembok itu minggir dan berkata "ini daerah kekuasaanku".Saya Yakin Orang ini bakal menjadi pelaku Utama sejarah Street Art di indonesiaPENDIDIKAN FORMAL
- 2003-sekarang:Mahasiswa Jurusan Seni Rupa FKIP Univ Sarjanawiyata tamansiswa.
- 2002-kursus komputer grafis.
- 1999-2001:SMK Negri 3 Kasihan Bantul ( SMSR )Yogyakarta.
- 1996-1999:SMP Stella Duce 2 Suryodiningratan Yogyakarta.
- 1989-1996:SD Keputran 4 Yogyakarta.
AKTIVITAS
- Ruang Gerak Mural (anggota) sebagai komunitas di bawah Apotik Komik,dengan Mural.Bersama alumni SMSR YK.di beberapa titik di Jogja.
- Jogja Mural Forum (anggota) workshop seluruh kampung di Jogjakarta,dengan Mural. Yogyakarat Art Crime YORC 2005.
- Wadah writer(graffiti bomber) Jogjakarta.
- Forum celah Seni Rupa (anggota) Merupakan wadah diskusi mahasiswa Seni Rupa UST.
- Monsters Logos Yogyakarta street art.Bersama dalam wadah character club,stencil art,painting.Jogjakarta YORC
PERFORMANCE
- Republik art Sun7 and l'atlas.di kedai kebun.2004
- Documentary mural dengan Indosiar.-mural gempa.bersama JMF-jogja Netpac Asian film festival,YK
- Mural bersama JMF
- Kolaborasi poster bersama Megan Willson artist Sanfrancisco,JL Sagan YK
- Graffiti action bersama ISRA artist graffiti german.di JL Janti.YK
- Documentary bersama wartawan Prancis di jembatan kewek,YK graffiti action.
- Documentary street art bersana,New media Asia ,di Utara Tugu YK.
- Live performen Jogja Medianet,Yk
- Jogja mural forum Mural project,mightnite mural project.Pasar bringharjo,YK
- Live performen galery nasional FKY acara dj missil.YK
- Live on trailler,keliling jogja,kirab budaya.YK
- Live perform acara HONDA fiesta,Benteng vrederberg.YK
- Liveperform hari AIDS,di LIP Sagan,YK
- Live perform poetry batle.in Jakarta TIM Ismail Marjuk
Monday, May 19, 2008
Mengenang Wji Thukul

Wiji Thukul Wijaya lahir di Sala 24 Agustus 1963 sebagai anak tukang becak. Keluarganya katolik, dan diapun masuk SD katolik. Selepas SMP, selama kurang dari dua tahun dia belajar di sekolah Menengah Karawitan Indonesia, sampai putus sekolah pada tahun 1980.
Di Solo, Thukul dibesarkan di sebuah kampung miskin yang sebagian besar penghuninya hidup dari menarik becak. Ketika itu bis kota mulai menguasai jalanan, mengakibatkan penderitaan yang berkepanjangan bagi para tukang becak yang penghasilannya semakin merosot. Berapapun tambahan penghasilan dari anak istri bias sangat penting artinya. Rentenirpun telah menjadi pengunjung tetap yang kedatanganya selalu menggelisahkan para penghuni kampong.
Semenjak putus sekolah, Thukul mencari nafkahnya sendiri melalui berbagai pekerjaan tidak tetap. Dia pernah mejadi tukang Koran, tukang semir mebel di suatu perusahaan kecil di kampung, maupun buruh harian. Selain itu dia pun membaca puisi secara ngamen keluar masuk kampung, kadang-kadang diiringi musik gamelan. Keterlibatan Thukul dalam teater dan kesenian di Sala dan Jawa Tengah sangatlah luas. Dia pernah mengambil bagian dalam pembacaan puisi di Monumen Pers Surakarta, Pusat Kesenian Jawa Tengah, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Yayasan Hatta di Yogyakarta serta radio PTPN. Sajak-sajaknya secara teratur muncul diberbagai majalah dan surat kabar, dan pada tahun 1984 kumpulan sajaknya berjudul Puisi Pelo diterbitkan dalam bentuk stensilan oleh Taman Budaya Surakarta. Stensilan berikutnya Darman dan lain-lain telah pula diterbitkan, selain sajak-sajaknya pun muncul dalam Antalogi 4 Penyair Solo. Kumpulan terbaru Thukul berjudul Suara. Dia memproduksi sendiri bulan Juli 1987 dalam bentuk fotokopi yang dikomentarinya : ” Aku sedang belajar untuk tidak tergantung pada lembaga-lembaga kesenian resmi.”
Di Solo, Thukul dibesarkan di sebuah kampung miskin yang sebagian besar penghuninya hidup dari menarik becak. Ketika itu bis kota mulai menguasai jalanan, mengakibatkan penderitaan yang berkepanjangan bagi para tukang becak yang penghasilannya semakin merosot. Berapapun tambahan penghasilan dari anak istri bias sangat penting artinya. Rentenirpun telah menjadi pengunjung tetap yang kedatanganya selalu menggelisahkan para penghuni kampong.
Semenjak putus sekolah, Thukul mencari nafkahnya sendiri melalui berbagai pekerjaan tidak tetap. Dia pernah mejadi tukang Koran, tukang semir mebel di suatu perusahaan kecil di kampung, maupun buruh harian. Selain itu dia pun membaca puisi secara ngamen keluar masuk kampung, kadang-kadang diiringi musik gamelan. Keterlibatan Thukul dalam teater dan kesenian di Sala dan Jawa Tengah sangatlah luas. Dia pernah mengambil bagian dalam pembacaan puisi di Monumen Pers Surakarta, Pusat Kesenian Jawa Tengah, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Yayasan Hatta di Yogyakarta serta radio PTPN. Sajak-sajaknya secara teratur muncul diberbagai majalah dan surat kabar, dan pada tahun 1984 kumpulan sajaknya berjudul Puisi Pelo diterbitkan dalam bentuk stensilan oleh Taman Budaya Surakarta. Stensilan berikutnya Darman dan lain-lain telah pula diterbitkan, selain sajak-sajaknya pun muncul dalam Antalogi 4 Penyair Solo. Kumpulan terbaru Thukul berjudul Suara. Dia memproduksi sendiri bulan Juli 1987 dalam bentuk fotokopi yang dikomentarinya : ” Aku sedang belajar untuk tidak tergantung pada lembaga-lembaga kesenian resmi.”
PERINGATAN
jika rakyat pergi
ketika penguasa pidato
kita harus hati-hati
barangkali mereka putus asa
kalau rakyat bersembunyi
dan berbisik-bisik
ketika membicarakan masalahnya sendiri
penguasa harus waspada dan belajar mendengar
bila rakyat berani mengeluh
itu artinya sudah gawat
dan bila omongan penguasa
tidak boleh dibantah
kebenaran pasti terancam
apabila usul ditolak tanpa ditimbang
suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
dituduh subversif dan mengganggu keamanan
maka hanya ada satu kata: lawan!
Thursday, May 08, 2008
Saturday, May 03, 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)

