
Setiap kali membaca tulisan-tulisan Subcomandante Marcos, hanya ada satu komentar yang bisa terucap: menakjubkan.Apa sebab? Karena kita seakan tidak sedang membaca karya tulis dari seorang pemimpin Tentara Nasional Pembebasan Zapatista (EZLN/Ejercito Zapatista de Liberacion Nacional), kelompok pemberontak Indian Meksiko, yang pada 1 Januari 1994 menggugah dunia dengan aksi militer pertama mereka.
Membaca tulisannya kita seperti sedang mendengarkan seorang ahli politik, seorang filsuf, seorang pemimpin gerilyawan, dan seorang tukang banyol. Semua lengkap di dalam satu sosok misterius bernama Marcos ini, yang selalu tampil dengan menggunakan topeng dan mengisap pipa tembakau.
Dalam buku ini, penerbit Resist Book kembali menyajikan kumpulan komunike-komunike politik Marcos yang ditulis dengan memikat. Seperti pada buku sebelumnya "Bayang tak Berwajah" dan "Kata adalah Senjata", Marcos kembali ditampilkan sebagai sesosok pemberontak yang sedang memberondongkan pelurunya kepada para diktator, koruptor, dan terutama sekali kepada neoliberalisme.
Akan tetapi, peluru itu bukan terbuat dari timah atau logam. Peluru itu berupa susunan kata yang dirangkai menjadi kalimat-kalimat memikat, yang memicu semangat perlawanan pada apa yang disebut sebagai neoliberalisme dan the new world order (tatanan dunia baru). Seraya menggemakan kepada dunia bahwa sebuah dunia yang lain itu mungkin untuk diwujudkan.
Senjata berupa kata-kata inilah yang membuat Marcos berbeda dari pemimpin pemberontak lainnya di dunia, katakanlah pemberontak ETA di Basque, Spanyol, atau GAM dan OPM di Indonesia. Marcos fasih berbicara dan menulis. Teriakan pemberontakannya tidak menyeramkan. Pemikirannya jernih dan mendalam. Karya tulisnya ringan saat dibaca, disisipi banyak banyolan yang terkadang konyol, tapi tidak mengabaikan kedalaman makna.
Kita bisa menyimaknya pada tulisan pertama di buku ini, "Atas dan Bawah: Topeng dan Keheningan". Olok-oloknya terhadap kebobrokan pemerintah Meksiko, disisipinya dengan kutipan-kutipan dari Hamlet karya William Shakespeare dan dibumbui dengan banyolan tentang laporan militer.
Pada tulisan kedua "Tujuh Pertanyaan Kepada Siapa yang Berkenan", Marcos mengajak kita untuk memahami akibat neoliberalisme di Meksiko, dengan cara yang sulit dibayangkan: melalui kutipan-kutipan dari kisah Don Quixote, melalui kisah bijak dari Indian tua bernama Antonio, untuk kemudian diakhiri dengan sindiran terhadap pemerintah dan militer Meksiko, yang dijamin membuat pembaca termenung lalu terbahak.
Pada tulisan ketiga "Periskop Terbalik (Atau Ingatan, Kunci yang Terkubur)", Marcos mengajak pembacanya melihat "dunia bawah" yang sering luput dari perhatian "dunia atas". Pembaca dipandu melalui kisah-kisah bijak dan lucu dari Pak Tua Antonio, dari kutipan-kutipan kalimat Umberto Eco, bahkan melalui pembicaraan Humpty Dumpty dengan Alice dari kisah Alice in the Wonderland!
Pada bagian tulisan ketiga ini, Marcos juga menyisipkan kisah fabelnya "Dongeng si Kodok Kecil yang Tak Kenal Kompromi". Sebuah kisah memikat, walaupun tidak seindah "Kisah si Awan Kecil" dari buku "Kata adalah Senjata".
Ada 10 tulisan dan tiga pidato serta wawancara yang dihimpun dalam buku ini. Dari karya-karyanya, kita bisa merasakan semangat yang juga dibawa pahlawan besar Amerika Latin, Ernesto "Che" Guevara. Semangat itu dirumuskan Marcos sebagai "sebuah semangat pembebasan menuju sebuah dunia yang lain, di mana dunia-dunia yang lain bisa hidup dan tumbuh."
Kita mungkin juga akan dibuat bertanya, bagaimana caranya Marcos mendapatkan berbagai bahan untuk tulisan dan analisisnya? Bagaimana mungkin dia bisa mengakses "the Guardian", "Times", atau mengakses internet untuk memperoleh data tentang penjualan senjata di dunia? Bukankah dia hidup di Chiapas, di pegunungan Meksiko Tenggara, yang tanpa listrik dan telefon?
Memang sulit untuk menjawabnya. Zapatista memiliki jaringan kurir yang lebih hebat dari FedEx. Bisa jadi benar, bisa juga tidak. Tapi itulah Marcos dan kaum Zapatista. Misterius adalah kata lain dari mereka. Mereka terlahir tanpa wajah, tapi suara mereka telah menggugah dunia.