Sunday, July 05, 2009

JOGJA UP TO DATE...(Old Pic)




































































Tuesday, June 30, 2009














Thursday, February 26, 2009



Mural 1100 tong sampah



























Wednesday, February 11, 2009



Monday, November 10, 2008



Monday, November 03, 2008



Tokoh perjuangan asal Surabaya, Sutomo atau akrab disapa Bung Tomo, akhirnya akan mendapat gelar pahlawan nasional dari pemerintah. Pemberian gelar pahlawan akan dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2008 mendatang.

Rencana pemberian gelar kepada salah satu tokoh pertempuran melawan tentara Sekutu di Kota Surabaya pada Nopember 1945 itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Mohammad Nuh, kepada wartawan di Surabaya, Minggu (2/11).

"Pemberian gelar pahlawan nasional kepada Bung Tomo menjadi kabar baik bagi masyarakat Surabaya dan Jawa Timur menjelang peringatan Hari Pahlawan," katanya.

Bung Tomo menjadi salah satu dari beberapa tokoh lainnya yang akan menerima gelar pahlawan nasional dari pemerintah dan menurut rencana akan diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta pada 10 November mendatang.

Pemberian gelar pahlawan nasional kepada Bung Tomo, sekaligus mengakhiri polemik berkepanjangan yang sempat muncul dalam beberapa tahun terakhir. Usulan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Bung Tomo pernah disampaikan kepada pemerintah, tapi tidak mendapat persetujuan. Selama ini, keluarga besar Bung Tomo juga tidak pernah mempermasalahkan gelar tersebut.

"Saya tidak tahu, mengapa gelar ini tidak diberikan sejak dulu. Bagi saya itu bukan persoalan, karena yang penting, sekarang Bung Tomo sudah diakui sebagai pahlawan nasional," ujar Nuh yang sebelumnya pernha menjabat Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.

Menkominfo menjelaskan ada beberapa prosedur yang harus dilalui sebelum seorang tokoh perjuangan atau lainnya mendapat gelar pahlawan nasional. Prosedur itu di antaranya tokoh itu diusulkan sekelompok masyarakat kepada pemerintah provinsi, kemudian diteruskan kepada Departemen Sosial.

"Dari Depsos, usulan disampaikan kepada tim pemberi anugerah jasa-jasa nasional untuk ditindaklanjuti. Kalau dianggap layak dan sesuai persyaratan, maka tokoh itu akan mendapatkan gelar pahlawan nasional," jelas Nuh.

Ia juga menambahkan bahwa presiden memiliki hak prerogatif untuk memberikan gelar kepada seseorang yang dianggap berjasa kepada bangsa dan negara. "Tapi semuanya tetap melalui prosedur dan mekanisme yang berlaku," tambahnya.

Menurut Bambang, saat masih hidup, Bung Tomo pernah mengkritik Soekarno dan Soeharto ketika keduanya menjadi presiden. Bung Tomo pernah terlibat adu mulut dengan Bung Karno. Setelah itu, istri Bung Tomo, yang juga sahabat Fatmawati, melarang Bung Tomo datang ke istana.

Saat Orde Baru, pria kelahiran 1920 itu pernah mengkritik Soeharto soal pemerataan pembangunan. Soeharto pun marah dan memenjarakan Bung Tomo. “Bapak juga memberi wasiat tidak mau dimakamkan di taman makam pahlawan. Mungkin ini yang membuat pemerintah tersinggung,” ungkap Bambang. Bung Tomo dimakamkan di pemakaman umum di Ngagel, Surabaya.




Tuesday, October 28, 2008

Grafiti untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Grafiti atau aksi corat-coret dinding tak selalu berarti sebagai tindakan jelek. Aksi corat-coret ini malah bisa dimanfaatkan sebagai media untuk sosialisasi kampanye tentang cara waspada terhadap kejahatan transnasional di Indonesia. 
Dan inilah yang dilakukan Tim Koordinasi Interpol Indonesia dalam kampanye memerangi kejahatan transnasional. Kampanye ini dilakukan di tiga kota, yakni Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung secara serempak pada Jumat (29/8). Di Yogya, aksi mengambil tempat di lima titik Jl Kleringan, Jl Sultan Agung, Jl AM Sangaji, tembok Stadion Kridosono dan tembok SD Bumijo. Yang dilibatkan dalam grafiti ini adalah komunitas Yorc Grafiti.
“Kalau kami pilih Grafiti untuk menyampaikan pesan waspada kejahatan transnasional di Indonesia, karena pesan yang dituangkan dalam seni gambar akan lebih mudah dimengerti dan diterima oleh masyarakat kita,” kata Renville Rizanul, Business Director Brains&Co, Communication Agency dari Tim Koordinasi Interpol Indonesia. 
Hal ini dibenarkan Ipras dari Yorc Grafiti. Maka, ia bersama kelompoknya merasa bangga dilibatkan dalam memerangi kejahatan transnasional lewat seni. “Seni grafiti yang sedang kita garap ini bukan sembarangan karena untuk kampanye kejahatan transnasional di Indonesia,” kata mahasiswa jurusan Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini. 
Untuk itulah Ipras bersama sembilan temannya memilih lokasi yang strategis untuk menorehkan cat yang penuh pesan tersebut.
Menurut Renville, kejahatan Transnasional seperti terorisme, narkoba, dan korupsi yang ada di Indonesia, merupakan kejahatan yang menonjol dan menimbulkan korban jiwa serta kerugian harta benda yang sangat besar. Sebagai contoh, aksi terorisme yang merupakan kejahatan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, menghancurkan perekonomian, serta mengakibatkan pengangguran. 
Selain itu, lanjut Renville, ada juga ancaman kejahatan narkoba terhadap generasi muda yang sangat serius, karena menyangkut masa depan bangsa. Seperti disaksikan di media massa, berbagai
pengungkapan jaringan peredaran narkoba dan produksi narkoba dalam jumlah besar membuktikan bahwa ancaman itu ada di sekitar kita. “Kita harus menyelamatkan generasi muda kita dari pengaruh narkoba,” tambahnya.
Wakil Sekretaris Interpol Indonesia Kombes Pol Dr Benny J Mamoto, SH Msi, mengatakan keamanan dan ketertiban masyarakat adalah tanggung jawab seluruh masyarakat Indonesia. Tanpa bantuan dan dukungan masyarakat, polisi tidak bisa banyak berbuat karena dihadapkan pada berbagai kendala. Untuk itulah pihaknya mengajak masyarakat untuk mau peduli pada lingkungan, berhati-hati dan waspada terhadap segala hal yang mencurigakan yang potensial menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. 
Oleh karenanya, Tim Koordinasi Interpol Indonesia mengimbau masyarakat segera melaporkan segala kejadian yang mencurigakan di lingkungan sekitarnya dan melaporkan segala bentuk kejahatan tersebut kepada aparat terdekat. “Atau tidak ragu-ragu melapor ke nomor hotline Lapor Dong 08121247247,” tegasnya. 
Untuk setiap laporan yang terbukti kebenarannya dan mempunyai nilai pengungkapan yang tinggi, Tim Koordinasi Interpol Indonesia akan memberikan imbalan hadiah kepada masyarakat dan laporan tersebut akan langsung direspons dan ditindaklanjuti. 
(yuyuk sugarman)

Thursday, October 09, 2008













SKYK Day 01

























Thursday, October 02, 2008

We Want Only Fun








Sunday, July 06, 2008

( from : Anti-Tank)












Monday, May 26, 2008






Friday, May 23, 2008

PEJUANG JALANAN

( Semut Merah)

Bangun Saudaraku,Fajar Merah Pagi Telah Tiba
Bersihkan Tubuh dan Isi Perut Kosongmu
Pasang Senjata Dan Isi Peluru
Rakyat Kecil Membutuhkanmu Hari Ini

Bendera Merah Lusuh Ini Siap ku Kibaskan
Walau Sudah Bolong Koyak Dimakan Waktu
Siapkan Juga Moncong Mulut dan kata katamu
Karena Itu Senjatamu

Rapatkan Barisan Juangmu, Kita Turun Ke Jalan
Teriak Yang Lantang dan Keras
Biar Penguasa Tau Kita Tidak Mudah di Bungkam
Rapatkan Kembali Barisan Saudaraku
Kibarkan Terus Bendera Merah
Karena Merah Itu Darah Kaum Tertindas

Kita di Jalan Bukan Untuk Pesta Pora
Kita Sejalan Untuk Petani, Buruh dan Kaum Tertindas Lainnya
Kita di Jalan Bukan Untuk Acara Dangdutan
Kita Sejalan Untuk Sopir Angkot,Pengamen dan Pedagang Kecil
Kita di Jalan Untuk Satu Kata Saudaraku : LAWAN!!


AKU VERSUS TEMBOK

( Semut Merah )

Pagi Jam 01.30
Udara Pagi Dingin Menusuk Dada
Kususuri Jalanan Tak Bertuan
Sampai Ada Kapitalis Menghiasi Tembok

Lihat Dinding Sombong Berdiri Tegak Angkuh
Hanya Poster Kapitalis Yang Mewarnainya
Sampai Lumut tak Punya Ruang Mati dibunuh

Ayo Siapkan Amunisimu
Hajar Tembok Angkuh itu
Tumbangkan Kapitalis Tembok Itu
Aduk Catmu dan Atur Volume Warna Bentukmu
Bersama Kita Telanjangi keAngkuhannya

Besok Pagi Kita Lihat
Apa Tembok Itu Masih Angkuh Berdiri
Tidak Teman Tembok Itu Tumbang
Kita Menang Semalam


LAGAKNYA SIH

( Semut Merah )

Lagaknya . . . . . Sih Demonstan
Ngomong Ngerocos Kayak Provokator
Kerjaannya sih Kayak Aktivis
Ngomongin Perlawanan Padahal Stupid!

Lagaknya . . . . . . sih Rock n Roll
Maenin Gitar Kayak Pengamen Banci
Kerjaanya Sih Kayak Musisi
Ngomongin Seni Padahal bodoh!

Lagaknya . . . . . . sih Muslim
Sholat lima waktu Biar di Bilang Kayak Kyai
Kerjaannya sih Kayak Ulama
Ngomongin Agama Padahal Sesat!

Lagaknya . . . . . . Sih Parlente
Penampilan dan Prilakunya Kayak Pemimpin
Kerjaanya Sih Kayak Pejabat
Ngomongin perubahan Padahal Bullshit!

Hidup dalam Tempurung Itu Yang Mereka Bisa
Anjing!! Aku bukan Mereka

JALAN TERUS

( Semut Merah )

Oooo Tatu, Boli Mahaik Politik
Ihe’Na Berpolitik dia Komunis
Ihe’Na Komunis dia Pengacau
Bandit,Perampok,Bajingan Tengik

Oooo Tatu, Boli Minsop Partai
Mari Kitorang Jilat Jilat itu Pejabat
Senyum Senyum Damai
Demo Itu Jahat
Siapa Ba’Demo Dia Komunis

Gua Nggak Ngerti Demo Demoan
Gua Nggak Demen Turun Ke Jalan
Gua Ini Korban Sinetron di TV
Imperialis Jahat Habis Perkara

Konyo Sabo, Orang Gila diKintom :
Sekarang Indonesia Merdeka,Kata Bung Karno
Aku Minta Merdeka dari Penjajahan
Sepiring Nasi dan Sebatang Rokok

Thursday, May 22, 2008

LOVEHATELOVE




Orang Pasti Akan mencoba melirik ke arah tembok, dimana tembok itu sudah dihiasi dgn gambar artis street art jogja satu ini,Karakter orang dgn gaya rambut lebat tak tertata,rawut muka malu dan sedikit pendiam ditambah sebuah logo Love ditengahnya,ya dialah LOVEHATELOVE Aka Rot Aka Darotah,saya termasuk Fans Berat Karya2nya,Sering Duet Jalanan bersama Plus(+),Menghiasi kota jogja dengan cat dan spray paintnya dia beraksi dikala masyarakat jogja lagi di buai mimpi indahnya,Seakan-akan dia memaksa Lumut-lumut Hijau di tembok itu minggir dan berkata "ini daerah kekuasaanku".Saya Yakin Orang ini bakal menjadi pelaku Utama sejarah Street Art di indonesia
PENDIDIKAN FORMAL
  • 2003-sekarang:Mahasiswa Jurusan Seni Rupa FKIP Univ Sarjanawiyata tamansiswa.
  • 2002-kursus komputer grafis.
  • 1999-2001:SMK Negri 3 Kasihan Bantul ( SMSR )Yogyakarta.
  • 1996-1999:SMP Stella Duce 2 Suryodiningratan Yogyakarta.
  • 1989-1996:SD Keputran 4 Yogyakarta.

AKTIVITAS

  • Ruang Gerak Mural (anggota) sebagai komunitas di bawah Apotik Komik,dengan Mural.Bersama alumni SMSR YK.di beberapa titik di Jogja.
  • Jogja Mural Forum (anggota) workshop seluruh kampung di Jogjakarta,dengan Mural. Yogyakarat Art Crime YORC 2005.
  • Wadah writer(graffiti bomber) Jogjakarta.
  • Forum celah Seni Rupa (anggota) Merupakan wadah diskusi mahasiswa Seni Rupa UST.
  • Monsters Logos Yogyakarta street art.Bersama dalam wadah character club,stencil art,painting.Jogjakarta YORC

PERFORMANCE

  • Republik art Sun7 and l'atlas.di kedai kebun.2004
  • Documentary mural dengan Indosiar.-mural gempa.bersama JMF-jogja Netpac Asian film festival,YK
  • Mural bersama JMF
  • Kolaborasi poster bersama Megan Willson artist Sanfrancisco,JL Sagan YK
  • Graffiti action bersama ISRA artist graffiti german.di JL Janti.YK
  • Documentary bersama wartawan Prancis di jembatan kewek,YK graffiti action.
  • Documentary street art bersana,New media Asia ,di Utara Tugu YK.
  • Live performen Jogja Medianet,Yk
  • Jogja mural forum Mural project,mightnite mural project.Pasar bringharjo,YK
  • Live performen galery nasional FKY acara dj missil.YK
  • Live on trailler,keliling jogja,kirab budaya.YK
  • Live perform acara HONDA fiesta,Benteng vrederberg.YK
  • Liveperform hari AIDS,di LIP Sagan,YK
  • Live perform poetry batle.in Jakarta TIM Ismail Marjuk

Monday, May 19, 2008

Mengenang Wji Thukul



Wiji Thukul Wijaya lahir di Sala 24 Agustus 1963 sebagai anak tukang becak. Keluarganya katolik, dan diapun masuk SD katolik. Selepas SMP, selama kurang dari dua tahun dia belajar di sekolah Menengah Karawitan Indonesia, sampai putus sekolah pada tahun 1980.
Di Solo, Thukul dibesarkan di sebuah kampung miskin yang sebagian besar penghuninya hidup dari menarik becak. Ketika itu bis kota mulai menguasai jalanan, mengakibatkan penderitaan yang berkepanjangan bagi para tukang becak yang penghasilannya semakin merosot. Berapapun tambahan penghasilan dari anak istri bias sangat penting artinya. Rentenirpun telah menjadi pengunjung tetap yang kedatanganya selalu menggelisahkan para penghuni kampong.
Semenjak putus sekolah, Thukul mencari nafkahnya sendiri melalui berbagai pekerjaan tidak tetap. Dia pernah mejadi tukang Koran, tukang semir mebel di suatu perusahaan kecil di kampung, maupun buruh harian. Selain itu dia pun membaca puisi secara ngamen keluar masuk kampung, kadang-kadang diiringi musik gamelan. Keterlibatan Thukul dalam teater dan kesenian di Sala dan Jawa Tengah sangatlah luas. Dia pernah mengambil bagian dalam pembacaan puisi di Monumen Pers Surakarta, Pusat Kesenian Jawa Tengah, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Yayasan Hatta di Yogyakarta serta radio PTPN. Sajak-sajaknya secara teratur muncul diberbagai majalah dan surat kabar, dan pada tahun 1984 kumpulan sajaknya berjudul Puisi Pelo diterbitkan dalam bentuk stensilan oleh Taman Budaya Surakarta. Stensilan berikutnya Darman dan lain-lain telah pula diterbitkan, selain sajak-sajaknya pun muncul dalam Antalogi 4 Penyair Solo. Kumpulan terbaru Thukul berjudul Suara. Dia memproduksi sendiri bulan Juli 1987 dalam bentuk fotokopi yang dikomentarinya : ” Aku sedang belajar untuk tidak tergantung pada lembaga-lembaga kesenian resmi.”


PERINGATAN

jika rakyat pergi
ketika penguasa pidato
kita harus hati-hati
barangkali mereka putus asa

kalau rakyat bersembunyi
dan berbisik-bisik
ketika membicarakan masalahnya sendiri
penguasa harus waspada dan belajar mendengar

bila rakyat berani mengeluh
itu artinya sudah gawat
dan bila omongan penguasa
tidak boleh dibantah
kebenaran pasti terancam

apabila usul ditolak tanpa ditimbang
suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
dituduh subversif dan mengganggu keamanan
maka hanya ada satu kata: lawan!




Thursday, May 08, 2008

Poster Moster


Saturday, May 03, 2008

Djarum Black Urban Art Djogja 2008






















































Sunday, April 06, 2008

Randoms

























Friday, February 01, 2008

Misteri Banksy





Karya Banksy memicu kontroversi: seni atau merusak pemandangan?
Di Inggris ada seorang pelukis grafiti yang sangat terkenal, namanya Banksy, yang karyanya sering mengundang kontroversi dan mahal nilainya,Tetapi orang tak banyak tahu seperti apa wajahnya.
Pekan ini, nama Banksy menjadi sorotan masyarakat setelah munculnya foto seorang pria yang diduga sebagai Banksy sedang beraksi di tembok orang,koran-koran di London banyak membicarakannya dan memuat foto seorang pria berambut hitam, bercelana jeans, mengenakan jaket dan pelindung polusi berwarna putih seperti yang dipakai perawat rumah sakit,pria ini sedang menyapukan cat ke tembok di pinggir jalan.
Konon inilah untuk pertama kalinya si pelukis tertangkap basah sedang berkarya. Rupanya seorang pejalan kaki telah menjepretnya dengan menggunakan kamera di telpon genggamnya.
Hebatnya pelukis grafiti ini punya jurubicara"Kami tak pernah membenarkan ataupun menyangkal gambar yang menunjukkan Banksy," kata jurubicara itu kepada suratkabar the Times.
Karya terakhir Banksy ini berupa pembelokan dari garis parkir berwarna kuning di pinggir jalan, memotong kakilima dan merambat naik tembok, menggambarkan setangkai bunga matahari.
Di sampingnya tampak seorang pekerja sedang duduk istirahat,grafiti ini disebut-sebut sebagai jawaban terhadap pemerintah kecamatan setempat yang bertekad akan membersihkan semua karyanya dari jalanan.
"Sebagian orang menganggap grafiti sebagai karya seni, tapi banyak dari warga berpendapat bahwa corat-coret grafiti merusak pemandangan di kampung tempat tinggal mereka," kata seorang karyawan kecamatan.
Banksy menjadi semakin terkenal setelah beberapa selebriti tak segan membayar mahal untuk dapat memiliki karyanya,Bintang Hollywood Angelina Jolie dan penyanyi Christina Aguilera dilaporkan telah membayar ribuan poundsterling untuk coretan Banksy sebagaimana yang tergambar pada billboard atau pagar pinggir jalan di London.
Beberapa bulan yang lalu petugas kebersihan menghapus sebuah grafiti karya Banksy di billboard dekat stasiun bawah tanah Old Street di kota London, padahal karya ini diperkirakan bernilai £300.000 atau sekitar Rp5,4 milyar,grafiti tersebut menggambarkan adegan dari film Pulp Fiction di mana aktor John Travolta dan Samuel L. Jackson menodongkan sebuah pisang dan bukannya pistol.
Banyak pejalan kaki berhenti sejenak untuk memandanginya dan ada pula wisatawan yang menjepretkan kamera karena terkesan,Sebagian orang menganggap grafiti sebagai karya seni, tapi banyak dari warga berpendapat bahwa corat-coret grafiti merusak pemandangan di kampung tempat tinggal mereka,Pejabat lembaga transport London mengatakan akan terus membersihkan lukisan grafiti yang dianggap menimbulkan kesan kumuh daerah sekitarnya.
Karya grafiti Banksy juga mencatat harga termahal dalam sebuah lelang belum lama ini,gambar yang dilelang itu dituangkan di atas kanvas, billboard dan logam. Sepuluh karya yang dilelang dilaporkan laku lebih dari £500.000.
Hiruk-pikuk masyarakat Inggris dalam menanggapi karya Banksy tidak terbatas pada pertanyaan apakah itu merusak pemandangan atau seni yang harus dinikmati, melainkan juga pesan-pesan yang terwakili olehnya;Ada yang mengundang ketawa, banyak pula yang berbau satir.
Tahun lalu sebuah replika seorang tahanan Teluk Guantanamo berukuran besar menghiasi Taman Disneyland di California dan pada tahun 2005 dia melukis di tembok pembatas Israel di Tepi Barat dengan lukisan satir yang menggambarkan kehidupan di seberang tembok.
Walaupun pekan ini masyarakat Inggris dapat mengira-ngira seperti apa tampaknya tokoh Banksy dari jepretan yang dimuat ramai oleh banyak koran, tampang si artis belum berhasil dikenali.

Saya yakin misteri ini akan terus menggoda.

Saya menduga koran dan media akan ramai membicarakannya lagi kalau grafiti karya Banksy mendadak muncul lagi di pojok kota London.

Monday, January 14, 2008

Moster Poster






Friday, January 04, 2008

Zapatista DI Mata Saya


Setiap kali membaca tulisan-tulisan Subcomandante Marcos, hanya ada satu komentar yang bisa terucap: menakjubkan.Apa sebab? Karena kita seakan tidak sedang membaca karya tulis dari seorang pemimpin Tentara Nasional Pembebasan Zapatista (EZLN/Ejercito Zapatista de Liberacion Nacional), kelompok pemberontak Indian Meksiko, yang pada 1 Januari 1994 menggugah dunia dengan aksi militer pertama mereka.
Membaca tulisannya kita seperti sedang mendengarkan seorang ahli politik, seorang filsuf, seorang pemimpin gerilyawan, dan seorang tukang banyol. Semua lengkap di dalam satu sosok misterius bernama Marcos ini, yang selalu tampil dengan menggunakan topeng dan mengisap pipa tembakau.
Dalam buku ini, penerbit Resist Book kembali menyajikan kumpulan komunike-komunike politik Marcos yang ditulis dengan memikat. Seperti pada buku sebelumnya "Bayang tak Berwajah" dan "Kata adalah Senjata", Marcos kembali ditampilkan sebagai sesosok pemberontak yang sedang memberondongkan pelurunya kepada para diktator, koruptor, dan terutama sekali kepada neoliberalisme.
Akan tetapi, peluru itu bukan terbuat dari timah atau logam. Peluru itu berupa susunan kata yang dirangkai menjadi kalimat-kalimat memikat, yang memicu semangat perlawanan pada apa yang disebut sebagai neoliberalisme dan the new world order (tatanan dunia baru). Seraya menggemakan kepada dunia bahwa sebuah dunia yang lain itu mungkin untuk diwujudkan.
Senjata berupa kata-kata inilah yang membuat Marcos berbeda dari pemimpin pemberontak lainnya di dunia, katakanlah pemberontak ETA di Basque, Spanyol, atau GAM dan OPM di Indonesia. Marcos fasih berbicara dan menulis. Teriakan pemberontakannya tidak menyeramkan. Pemikirannya jernih dan mendalam. Karya tulisnya ringan saat dibaca, disisipi banyak banyolan yang terkadang konyol, tapi tidak mengabaikan kedalaman makna.
Kita bisa menyimaknya pada tulisan pertama di buku ini, "Atas dan Bawah: Topeng dan Keheningan". Olok-oloknya terhadap kebobrokan pemerintah Meksiko, disisipinya dengan kutipan-kutipan dari Hamlet karya William Shakespeare dan dibumbui dengan banyolan tentang laporan militer.
Pada tulisan kedua "Tujuh Pertanyaan Kepada Siapa yang Berkenan", Marcos mengajak kita untuk memahami akibat neoliberalisme di Meksiko, dengan cara yang sulit dibayangkan: melalui kutipan-kutipan dari kisah Don Quixote, melalui kisah bijak dari Indian tua bernama Antonio, untuk kemudian diakhiri dengan sindiran terhadap pemerintah dan militer Meksiko, yang dijamin membuat pembaca termenung lalu terbahak.
Pada tulisan ketiga "Periskop Terbalik (Atau Ingatan, Kunci yang Terkubur)", Marcos mengajak pembacanya melihat "dunia bawah" yang sering luput dari perhatian "dunia atas". Pembaca dipandu melalui kisah-kisah bijak dan lucu dari Pak Tua Antonio, dari kutipan-kutipan kalimat Umberto Eco, bahkan melalui pembicaraan Humpty Dumpty dengan Alice dari kisah Alice in the Wonderland!
Pada bagian tulisan ketiga ini, Marcos juga menyisipkan kisah fabelnya "Dongeng si Kodok Kecil yang Tak Kenal Kompromi". Sebuah kisah memikat, walaupun tidak seindah "Kisah si Awan Kecil" dari buku "Kata adalah Senjata".
Ada 10 tulisan dan tiga pidato serta wawancara yang dihimpun dalam buku ini. Dari karya-karyanya, kita bisa merasakan semangat yang juga dibawa pahlawan besar Amerika Latin, Ernesto "Che" Guevara. Semangat itu dirumuskan Marcos sebagai "sebuah semangat pembebasan menuju sebuah dunia yang lain, di mana dunia-dunia yang lain bisa hidup dan tumbuh."
Kita mungkin juga akan dibuat bertanya, bagaimana caranya Marcos mendapatkan berbagai bahan untuk tulisan dan analisisnya? Bagaimana mungkin dia bisa mengakses "the Guardian", "Times", atau mengakses internet untuk memperoleh data tentang penjualan senjata di dunia? Bukankah dia hidup di Chiapas, di pegunungan Meksiko Tenggara, yang tanpa listrik dan telefon?
Memang sulit untuk menjawabnya. Zapatista memiliki jaringan kurir yang lebih hebat dari FedEx. Bisa jadi benar, bisa juga tidak. Tapi itulah Marcos dan kaum Zapatista. Misterius adalah kata lain dari mereka. Mereka terlahir tanpa wajah, tapi suara mereka telah menggugah dunia.

Tuesday, January 01, 2008

Last Years















Tuesday, June 19, 2007

Play With Colours




Sunday, June 10, 2007

JOGJA SHOW